Awal 2020 lalu, Jakarta terendam banjir yang terbilang cukup parah. Selain menggenangi rumah, mobil-mobil juga ikut terendam banjir. Ada beberapa hal yang perlu dicek bila mobil kamu terendam banjir. Namun, ketidaktahuan kadang malah menimbulkan masalah baru pada mobil kamu. Sebaiknya mobil yang terkena banjir dibawa ke tempat servis yang sudah berpengalaman. Seperti misalnya layanan banjir auto2000 yang memang menyiapkan program siaga banjir.

Mobil yang terendam banjir, dengan alasan apapun, tidak dibenarkan untuk dinyalakan. Ada baiknya didiamkan saja dan cek bagian lainnya. Sebab, mobil yang baru terkena banjir akan berpotensi korslet jika tetap dinyalakan.

Lantas, bagian mana saja yang perlu dicek setelah mobil terendam banjir?

  • Cek Bagian Dalam Mobil

Pada kondisi banjir Jakarta pada Januari 2020 lalu yang cukup tinggi, ada baiknya untuk mengecek bagian dalam mobil. Sebab, mobil yang terendam banjir hingga seluruh bodi bahkan atap, wajib hukumnya untuk mengecek bagian dalam. Agar sisa banjir cepat kering, lepaskanlah komponen-komponen seperti jok, karpet, hingga sabuk pengamannya.

  • Periksalah Seluruh Bagian Mobil

Selain mengecek bagian dalam mobil, penting juga untuk melihat kondisi mobil secara keseluruhan. Kelilingilah mobil kamu dan lihat apakah ada bagian-bagian tertentu yang rusak atau hilang. Memeriksa kondisi mobil secara menyeluruh bisa jadi langkah utama sebagai upaya penyelamatan.

  • Tidak Menyalakan Mesin Mobil

Sekali lagi disebutkan bahwa tidak boleh menyalakan mesin mobil usai direndam banjir. Sebab, dengan menyalakan mesinnya, sama saja kamu membantu merusak dan memperparah kondisi mobil kamu. Mobil akan berpotensi terjadinya korslet atau arus pendek.

  • Cek Saluran Udara dan Filter

Mobil yang terendam banjir cukup dalam bahkan hingga menutupi kap mesin, penting untuk memeriksa filter udara.. Bersihkan filter tersebut dari air. Periksa jug saluran udaranya. Jika sudah basah, sebaiknya dibuang saja dan ganti dengan baru. Hal ini untuk menghindari kerusakan di bagian dalam mesin. Sebab, air yang terhisap masuk ke dalam ruang bakar bisa menjadi sumber kerusakan mesinnya.

  • Periksa Bagian Alternator

Alternator menjadi bagian yang paling mudah terkena air sebab berada di bagian bawah. Jika kamu bisa, sebaiknya alternator dilepas dan dikeringkan. Gunakan angin dari kompresor yang bertekanan tinggi untuk mengeringkannya agar sisa air bisa hilang sempurna. Bila kamu tidak mengetahui dengan benar caranya, sebaiknya langsung hubungi saja call center layanan banjir auto2000 sebagai layanan servis mobil resmi korban banjir

atau mendatangi bengkel-bengkel rujukannya.

  • Periksa Bagian ECU

ECU merupakan singkatan dari Electronic Control Unit yang menjadi otak dari sebuah mobil. Sehingga, bagian ini harus dipastikan aman setelah mobil dihadang banjir. Jika ECU basah atau berlumpur, segera saja bawa ke bengkel. Kamu bisa langsung menghubungi call center layanan banjir auto2000 untuk meminta bantuan. Sekadar informasi bahwa layanan banjir auto2000 memiliki mobil derek yang siap membantu. ECU hanya boleh dikeringkan saja, tapi tidak distarter karena bisa menyebabkan terbakar.

  • Periksa Oli Mesin, Oli Gardan, hingga Oli Transmisi

Kemudian, yang tidak kalah penting adalah memeriksa oli mesin. Pastikan tidak adanya air yang masuk dan meresap ke dalam ruang mesin. Bila oli tercampur dengan air banjir, maka bisa merusak semua komponen bagian dalam mesin mobil kamu.

Selain itu, lihat juga oli gardan dan oli transmisinya. Sebab, jika air banjir tercampur dengan oli gardan juga oli transmisi, maka potensi terjadi kerusakan akan besar.

Penangan mobil pasca terkena banjir tidak boleh sembarangan. Pastikan kamu mencari layanan servis mobil resmi korban banjir seperti layanan banjir auto2000 serta menghubungi pihak suransi jika kamu punya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here