Perusahaan pasti membutuhkan laporan keuangan untuk mengawasi dan mengatur jalannya transaksi. Selain itu laporan juga berfungsi untuk mengetahui perkembangan atau pergerakan perusahaan. Akan tetapi setiap perusahaan memiliki cara masing-masing dalam membuat laporan. Laporan yang mengatur transaksi keuangan biasanya dibuat secara periode, bisa bulanan, triwulan, semester atau tahunan.

Laporan mengenai catatan keuangan terdapat beberapa jenis dan fungsinya. Selain oleh perusahaan laporan keuangan juga dibutuuhkan oleh investor. Oleh karena itu dibutuhkan transparasi, seperti misalnya laporan keuangan mayora yang rutin diunggah pada websitenya.

Dalam menyusun laporan dibutuhkan langkah-langkah khsusu. Untuk itu pahami terlebih dahulu jenis-jenisnya. Bagi kalian yang ingin mengetahui dan ingin belajar membuat laporan catatan keuangan, simak pada artikel ini ya.

Berikut langkah-langkah membuat laporan keuangan:

1. Mengumpulkan dan Mencatat Semua Transaksi

Kita butuh mengumpulkan kemudian mencatat segala bukti transaksi dalam sebuah jurnal. Seperti kwitansi penjualan, kwitansi pembelian, invoice dan lainnya. Bukti transaksi tersebut kemudian direkap lalu dimasukan dalam jurnal pada bentuk debet-kredit. Hal ini juga dikenal dengan jurnal umum, yang dilakukan untuk memudahkan pencatatan transaksi ke buku besar.

2. Memindahkan ke Buku Besar

Buku besar adalah pencatatan akuntansi yang berisikan laporan secara terpisah dari setiap akun kas, piutang usaha, dan lainnya. Buku besar ini memiliki fungsi memisahkan postingan keuangan dari tiap-tiap transaksi agar sesuai dengan akunnya masing-masing.

3. Menyusun Neraca Saldo

Setelah selesai pada buku besar makan selanjutnya menyusun neraca saldo. Pembukuan ini merupakan laporan yang memuat seluruh saldo debet dan kredit. Yang perlu diperhatikan dalam membuat neraca saldo adalah jumlah kolom debit dan kolom kredit yang harus balance atau sama. Fungsi dari neraca saldo ini untuk membuktikan kesamaan debit dan kredit setelah posting dari jurnal ke buku besar tuntas. Pembuata neraca saldo inilah yang juga bisa membantu melihat keselahan pada pemindahbukuan.

4. Membuat Jurnal Penyesuaian

Selanjutnya adalah membuat jurnal penyesuaian, yaitu memastikan dasar aktual dalam akuntansi dan menyesuaikan nilai dalam neraca saldo. Dalam membuat jurnal penyesuaian ini, perusahaan seringkali membuatnya setelah tanggal neraca. Beberapa akun yang memerlukan ayat jurnal penyesuaian adalah beban dibayar di muka, beban yang harus dibayar, pendapatan diterima di muka, dan pendapatan yang masih akan diterima.

5. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Lanjut setelah membuat jurnal penyesuaian adalah membuat neraca saldo setelah penyesuaian. Laporan ini berfungsi untuk memperkirakan apakah neraca saldo tidak terpengaruh oleh jurnal penyesuaian. Saat perhitungan selesai, maka isikan hasilnya ke kolom neraca saldo setelah penyesuaian. Pastikan untuk menjumlahkan saldo di kolom kredit dan debit untuk mengetahui apakah posisinya seimbang atau tidak.

6. Menyusun Laporan Keuangan

Langkah terakhir adalah menyusun laporan yang sudah disusun di neraca saldo setelah penyesuaian kemudian ditulis secara rapi. Laporan tersebut dibuat sesuai ketentuan atau standar laporan keuangan. Hal itu karena pada neraca saldo setelah penyesuaian akun-akun sudah dipisahkan jumlahnya yang dilaporkan dalam neraca atau laporan laba rugi.

Itulah rangakaian atau langkah membuat laporan keuangan. Suatu perusahaan atau pemilik bisnis sangat membutuhkan catatan keuanagan untuk mengetahui aktivitas keuangan selama satu bulan, triwulan, semester atau pertahun. Selain itu juga sebagai observasi untuk kinerja perusahaan ataupun bisnis di tahun berikutnya. Laporan atau catatan keuangan biasanya dibuat oleh bagian keuanagan di perusahaan yang dipertanggung jawabkan oleh seorang kepala staff keuangan. Nah, gimana nih informasinya? Semoga bermanfaat bagi kalian yang hendak belajar membuat catatan keuangan perusahaan ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here